Pedangdut Julia Perez (Jupe) belum bisa dipastikan sembuh dari kanker serviks yang ia derita selama dua tahun belakangan ini.
Jupe belum bisa dipastikan sehat meski sudah dua bulan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat.
Oleh karena itu, pihak dokter RSCM belum bisa mengizinkan Jupe pulang ke rumah. Padahal semula, rencananya Jupe pulang Senin (3/4).
Sebelumnya, Jupe dikabarkan akan menjalani perawatan di Tokyo, Jepang, untuk menyembuhkan penyakitnya.
Apalagi, kata Nia Anggia, adik kandung Jupe, dokter di RSCM pun mengizinkannya.
“Dokter yang nanganin Jupe tuh sangat open banget ya. Mereka justru bilang, enggak apa-apa kok mbak Jupe mau berangkat ke mana juga,” kata Nia Anggia saat ditemui di RSCM, Rabu (5/4).
Menurut Nia, kakaknya diizinkan oleh dokter karena memang memiliki hak untuk berobat ke tempat mana pun agar bisa cepat sembuh.
“Kata dokter sih, kan itu hak pasien (Jupe). Ya pasien kan boleh berobat di mana aja, jadi dokter juga mendukung,” ucapnya.
Namun, ujar Nia, untuk berangkat ke Jepang pasti membutuhkan biaya yang cukup besar.
Pihak Jupe akan melihat lebih dahulu kondisi keuangannya, termasuk menunggu kegiatan penggalangan dana (donasi) dari rekan-rekan artis.
“Yang saya tahu Kak Ruben dan teman-teman itu berencana minggu depan untuk melakukan acara donasi. Kalau nggak salah minggu depan. Nah nanti setelah kita tahu uang yang didapat itu berapa, akhirnya dari uang itu, kita lihat sanggupnya (berobat) di negara mana,” ucap Nia Anggia.
Belum stabil
Mengenai kemungkinan Jupe pulang, dijelaskan Nia, dokter yang menangani kakaknya itu belum bisa memastikan kapan Jupe bisa pulang ke rumah.
“Kalau kata dokter, belum tahu izinin pulang kapan. Karena kata dokter, soal dia (Jupe) demam itu dari mana, apakah dari kakinya atau dari yang lain belum tahu, jadinya masih dicari tahu,” tuturnya.
Nia menambahkan, Jupe terakhir menjalani kemoterapi pada Senin lalu. Artinya baru dimulai lagi kemoterapinya setelah sempat terhenti karena demam yang diderita pelantun ‘Belah Duren’ itu.
“Kemarin kan hari Senin akhirnya bisa kemo ya, berkat doa semua orang. Karena syarat kemo kan kondisinya harus stabil, sementara dari kemarin kondisinya Mbak Jupe menurun melulu,” ucapnya.
“Tapi Alhamdulillah Senin sudah bisa kemo. Kemo itu biasanya gini, nanti setelah kemo yang terakhir, nanti akan dicek lagi, nanti dilihat juga hasilnya,” tambahnya.
Jika hasil kemoterapi sudah keluar, maka Jupe akan menjalani MRAE.
“Kita juga masih tunggu keputusan, kalau nggak salah tadi dokter baru bilang, besok mau ada tindakan MRAE. Tapi mau dilihat dan mau dicek lagi seluruh tubuhnya Jupe,” ujar Nia.
Jika kondisi stabil, kemungkinan Jupe bisa pulang. “Kemarin itu pulangnya diundur karena kondisinya masih belum stabil. Jadi Kak Jupe itu masih suka panas dingin, jadinya nggak diizinkan pulang sama dokter,” kata Nia lagi.
Dijelaskan Nia, meski kondisi Jupe naik turun, namun sang kakak tetap sadar. “Jupe sadar kok sadar, tidak kenapa-kenapa,” ujarnya. (m6)
Jupe belum bisa dipastikan sehat meski sudah dua bulan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat.
Oleh karena itu, pihak dokter RSCM belum bisa mengizinkan Jupe pulang ke rumah. Padahal semula, rencananya Jupe pulang Senin (3/4).
Sebelumnya, Jupe dikabarkan akan menjalani perawatan di Tokyo, Jepang, untuk menyembuhkan penyakitnya.
Apalagi, kata Nia Anggia, adik kandung Jupe, dokter di RSCM pun mengizinkannya.
“Dokter yang nanganin Jupe tuh sangat open banget ya. Mereka justru bilang, enggak apa-apa kok mbak Jupe mau berangkat ke mana juga,” kata Nia Anggia saat ditemui di RSCM, Rabu (5/4).
Menurut Nia, kakaknya diizinkan oleh dokter karena memang memiliki hak untuk berobat ke tempat mana pun agar bisa cepat sembuh.
“Kata dokter sih, kan itu hak pasien (Jupe). Ya pasien kan boleh berobat di mana aja, jadi dokter juga mendukung,” ucapnya.
Namun, ujar Nia, untuk berangkat ke Jepang pasti membutuhkan biaya yang cukup besar.
Pihak Jupe akan melihat lebih dahulu kondisi keuangannya, termasuk menunggu kegiatan penggalangan dana (donasi) dari rekan-rekan artis.
“Yang saya tahu Kak Ruben dan teman-teman itu berencana minggu depan untuk melakukan acara donasi. Kalau nggak salah minggu depan. Nah nanti setelah kita tahu uang yang didapat itu berapa, akhirnya dari uang itu, kita lihat sanggupnya (berobat) di negara mana,” ucap Nia Anggia.
Belum stabil
Mengenai kemungkinan Jupe pulang, dijelaskan Nia, dokter yang menangani kakaknya itu belum bisa memastikan kapan Jupe bisa pulang ke rumah.
“Kalau kata dokter, belum tahu izinin pulang kapan. Karena kata dokter, soal dia (Jupe) demam itu dari mana, apakah dari kakinya atau dari yang lain belum tahu, jadinya masih dicari tahu,” tuturnya.
Nia menambahkan, Jupe terakhir menjalani kemoterapi pada Senin lalu. Artinya baru dimulai lagi kemoterapinya setelah sempat terhenti karena demam yang diderita pelantun ‘Belah Duren’ itu.
“Kemarin kan hari Senin akhirnya bisa kemo ya, berkat doa semua orang. Karena syarat kemo kan kondisinya harus stabil, sementara dari kemarin kondisinya Mbak Jupe menurun melulu,” ucapnya.
“Tapi Alhamdulillah Senin sudah bisa kemo. Kemo itu biasanya gini, nanti setelah kemo yang terakhir, nanti akan dicek lagi, nanti dilihat juga hasilnya,” tambahnya.
Jika hasil kemoterapi sudah keluar, maka Jupe akan menjalani MRAE.
“Kita juga masih tunggu keputusan, kalau nggak salah tadi dokter baru bilang, besok mau ada tindakan MRAE. Tapi mau dilihat dan mau dicek lagi seluruh tubuhnya Jupe,” ujar Nia.
Jika kondisi stabil, kemungkinan Jupe bisa pulang. “Kemarin itu pulangnya diundur karena kondisinya masih belum stabil. Jadi Kak Jupe itu masih suka panas dingin, jadinya nggak diizinkan pulang sama dokter,” kata Nia lagi.
Dijelaskan Nia, meski kondisi Jupe naik turun, namun sang kakak tetap sadar. “Jupe sadar kok sadar, tidak kenapa-kenapa,” ujarnya. (m6)

0 komentar:
Posting Komentar